Voices of Youth: Kaum muda harus proaktif dalam menjangkau berbagai komunitas, Forum News & Top Stories
Opinion

Voices of Youth: Kaum muda harus proaktif dalam menjangkau berbagai komunitas, Forum News & Top Stories

Sebagian besar dari kita tahu pentingnya empati, tetapi berapa banyak yang benar-benar menunjukkan empati?

Sebuah survei tahun 2015 oleh organisasi nirlaba World Vision Singapore menunjukkan bahwa, di antara 350 responden di Singapura berusia 15 hingga 35 tahun, hanya 53,4 persen yang mengambil tindakan untuk membantu mereka yang kurang beruntung, meskipun 92,5 persen percaya akan pentingnya tujuan ini.

Meskipun statistik ini tidak mewakili semua anak muda, mereka menunjukkan bahwa langkah-langkah harus diambil untuk membuat anak muda Singapura menjadi individu yang lebih berempati.

Sebagai mahasiswa kesehatan, saya sering diingatkan pentingnya menunjukkan empati terhadap pasien.

Empati dapat secara longgar didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami pengalaman pribadi dan berbagi perasaan orang lain. Seseorang dapat memperoleh empati melalui pengalaman bersama atau serupa, atau pemahaman yang luas tentang keadaan orang lain.

Saya sangat terdorong bahwa dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan inisiatif yang dipimpin oleh kaum muda di bidang pelayanan masyarakat dan keterlibatan masyarakat. Salah satu contohnya adalah Youth Corps Singapore, di mana ada banyak kesempatan bagi kaum muda untuk membantu berbagai komunitas sambil mengembangkan empati melalui paparan kepada mereka.

Contoh lain adalah di universitas lokal. Di National University of Singapore (NUS), telah ada fokus baru pada komunitas dan keterlibatan. Modul baru di bidang ini telah diwajibkan bagi sebagian besar siswa NUS.

Juga, perguruan tinggi tempat tinggal saya, College of Alice dan Peter Tan, telah menghabiskan dekade terakhir menumbuhkan empati melalui keterlibatan masyarakat. Banyak yang membenamkan diri dalam berbagai komunitas dan memperoleh pemahaman baru tentang komunitas ini sambil mengembangkan empati.

Saya juga terinspirasi dan mengikuti jejak mereka.

Pentingnya berempati tidak hanya sebatas membantu masyarakat yang terpinggirkan atau yang kurang beruntung. Ini berlaku di banyak bidang, seperti interaksi dengan anggota keluarga, teman, atau kolega.

Menurut firma riset Nielsen, kesuksesan di bidang barang-barang konsumen yang bergerak cepat muncul dari “berjalan di sepatu konsumen untuk mengungkap wawasan utama yang didorong oleh permintaan”.

Demikian pula, anak muda Singapura harus proaktif dan mencari peluang untuk mendapatkan perspektif berbeda tentang dunia dan memahami orang lain. Melalui ini kita bisa menjadi individu yang lebih berempati.

Samuel Ng Cheng Yong, 23

mahasiswa tahun 2


Posted By : keluaran hongkong