Dokter Malaysia yang diduga mengeluarkan sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu, ditangkap kembali karena selingkuh
Asia

Dokter Malaysia yang diduga mengeluarkan sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu, ditangkap kembali karena selingkuh

MARANG, TERENGGANU (THE STAR/ASIA NEWS NETWORK) – Seorang dokter Malaysia yang sebelumnya ditahan pihak berwenang karena diduga menerbitkan sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu, ditangkap kembali polisi karena menyontek.

Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Terengganu M. Zambri Mahmud mengatakan kepada kantor berita nasional Bernama bahwa dokter, yang mengoperasikan klinik swasta di distrik Marang, ditangkap kembali karena diduga menerima pembayaran untuk memasok sertifikat vaksinasi Covid-19 tanpa memberikan suntikan yang sebenarnya.

Namun, dia gagal memberikan sertifikat kepada kliennya.

“Laporan diajukan terhadap dokter oleh pengadu yang masing-masing membayar RM450 (S$145) untuk layanannya dan dijanjikan bahwa (aplikasi pelacakan kontak) status MySejahtera mereka akan mencantumkan mereka sebagai penerima vaksin dalam waktu 14 hari. Namun, status mereka tidak berubah, ” kata Pak Zambri.

Hakim Pengadilan Negeri Terengganu, Engku Nurul Ain Engku Muda, Jumat (14/1), mengizinkan pria berusia 51 tahun itu dijebloskan ke penjara hingga Sabtu agar polisi mengusut kasus tersebut.

Sabtu lalu, dokter yang tidak disebutkan namanya dalam laporan media itu ditangkap polisi di klinik swasta karena diduga menerbitkan sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu.

Sertifikat tersebut diduga dijual olehnya dengan harga antara RM400 dan RM600 masing-masing kepada mereka yang ingin mendapatkan izin ini tanpa divaksinasi, Bernama melaporkan pada hari Selasa.

Sertifikat vaksinasi, baik dalam bentuk digital atau cetak, harus ditunjukkan sebelum seseorang diizinkan masuk ke mal, bioskop, dan sebagian besar toko di Malaysia.

Penyelidikan awal oleh pihak berwenang menemukan bahwa 1.900 orang termasuk yang berada di luar Terengganu telah berurusan dengan klinik swasta yang dioperasikan oleh dokter untuk tujuan vaksinasi sejak September tahun lalu.

Tetapi tidak jelas apakah mereka semua telah membeli sertifikat palsu.

Sementara itu, Bernama juga melaporkan bahwa polisi sedang menyelidiki lima orang yang datang untuk memberikan pernyataan atas pembelian sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu dari sebuah klinik swasta di Terengganu.

Zambri mengatakan kepada portal Sinar Harian bahwa kelimanya berusia 30-an dan penduduk setempat.

“Kami telah mengambil keterangan dari mereka untuk membantu penyelidikan. Salah satu dari mereka mengaku ditipu, karena dia belum menerima sertifikat vaksinasi meskipun sudah melakukan pembayaran,” katanya.

Polisi mengatakan kelima orang itu setuju untuk menjadi saksi dalam kasus tersebut.

Posted By : togel hkg 2021 hari ini keluar